my complain to garuda indonesia airlines

Pada tanggal 28 januari 2012, saya memesan tiket garuda semarang-jakarta via web, yg saya maksudkan untuk tanggal 11 maret 2012, namun saya salah memilih tanggal dan terlanjur sudah terproses. Menyadari kesalahan saya, langsung hari itu saya segera menelepon call center garuda indonesia untuk melakukan penggantian tanggal. Saya pun dilayani dengan baik untuk penggantian tanggal, dan dikatakan bahwa ada denda sebesar 300rb sekian. Saya deal bersedia membayar denda tersebut. Lalu saya tanyakan, apa saya perlu mengurus denda dan tiket baru hari itu juga, atau dalam berapa hari? Pihak garuda menjawab bahwa denda tidak masalah dibayarkan di hari H sebelum penerbangan. Lalu saya tanyakan apakah saya (di bln jan itu) akan mendapat email atau surat konfirmasi bahwa tiket saya berubah jadwal? Pihak garuda menjawab tidak ada, cukup membawa tiket lama saat membayar denda. Karena saya sudah cukup sering membeli tiket via web dan cukup puas dg pelayanan Garuda, saya pun percaya dan memutuskan mengurus denda dan tiket baru nanti saja mendekati hari H.

Pada tanggal 9 maret 2012, saya mengurus denda dan tiket baru, di kantor Garuda bandara ahmad yani semarang. Dan saya terkejut saat diinformasikan dendanya jadi 500rb/tiket. Saya mendapat penjelasan tentang jarak dari bulan januari ke maret yg terlalu lama, dan masalah kenaikan kelas tiket. Saya tidak terima karena saya melakukan penukaran tiket langsung di bulan januari dan hanya mendapat penjelasan yg seperti saya utarakan tadi, yaitu denda sekitar 300rb. Selama bulan jan sampai maret pun, pihak garuda tidak ad yg menghubungi saya. Pihak garuda mengatakan akan mengkonfirmasi terlebih dahulu dan berjanji menghubungi saya besok pagi untuk memberi solusi.

Tanggal 10 maret 2012, sampai dengan jam 12 siang tidak ada pihak garuda yang menghubungi saya. Akhirnya saya putuskan untuk menghubungi garuda. Di telepon I (pertama)saya diminta menunggu, saya tunggu kurang lebih 5 menit,telepon tiba2 terputus (tidak ada masalah dengan sinyal dan hp saya). Ditelepon yg kedua jg sama,saya dibiarkan menunggu 10 menit dan tiba2 telepon terputus. Di telepon III saya diminta menunggu lagi,smpai 2 kali, masing2 sekitar 5-10 menit. Bahkan di telepon ke III,pihak garuda menyuruh saya melaporkan masalah saya via web dg alasan saya membeli tiket via web dan mengatakan penambahan biaya jadi 610rb/tiket.

Maaf, saya bukan orang bodoh yang baru pertama kali membeli tiket garuda via web. Penerbangan saya besok,apa pelaporan via web lebih cepat ditanggapi? Apa garuda tidak terkoneksi secara utuh?

Di saat menunggu yg ke 2 kalinya..telepon kembali terputus. Saya memutuskan tidak menghubungi pihak garuda lagi.

Sekitar pukul 3 sorenya pihak garuda menghubungi saya. Mengatakan bahwa penambahan harga tiket tetap 610rb/ tiket karena itu sudah prosedur mereka. Saya tanyakan apakah mereka tidak mempunyai prosedur menginformasikan perubahan harga pada customer?
Pihak garuda memang meminta maaf atas kelalaian mrk, tapi tidak memberikan solusi ataupun kompensasi untuk customer.

Saya tidak terlalu mempermasalahkan nominalnya. Saya akan bayar kalau memang saya diinformasikan sejak awal. Yang saya sayangkan adalah saya merasa ditipu dan dipermainkan, saya sama sekali tidak diinformasikan tentang kemungkinan kenaikan denda dan tentang tiket saya yg tidak bisa ditukar dari januari ke maret tanpa kenaikan kelas.

Sekian keluhan saya kepada pihak garuda indonesia,semoga masalah yang sama tidak terjadi pada customer lain.

it ain’t perfect fairy tale

Hari ini tepat setahun yang lalu, keluarga mu datang ke rumah ku. Berkenalan, bersilaturahmi dan jika beruntung, mendapat kejelasan tentang langkah kita selanjutnya.

Hari ini tepat setahun yg lalu..hanya beberapa hari setelah wisuda dokter gigi ku dan Ibu mu mengirim bouquet bunga terindah yg pernah ku lihat (susunan 4 macam mawar, krisan dan lili), kau dan keluarga mu datang dengan segala niat baik itu. Seharusnya aku lah gadis paling bahagia di dunia saat itu.

tapi ternyata kelanjutannya tidak seperti di fairy tale..tidak seperti yg mereka katakan..mtidak seperti yg ku harapkan..kelanjutannya tidak semulus itu..

Tidak ada rencana ke depan,tidak ada persiapan apa-apa. Kisah pertemuan keluarga itu menguap begitu saja. Tak ada kelanjutan. Kisah fairy tale ku berakhir begitu saja. Apa aku masih gadis paling bahagia di dunia?

Setahun sudah berlalu sejak kejadian itu. Kita masih bersama. kebahagiaan itu masih milik kita. Walau fairy tale itu tak seperti yg mereka katakan. Ini masih sangat indah. Dan aku masih gadis paling beruntung dan bahagia di dunia, karena aku memutuskan untuk begitu. Karena kebahagiaanku tak didikte oleh fairy tale yg mereka katakan.Karena kebahagiaanku adalah tanggung jawab ku sendiri..

Ini bukan lah fairy tale..ini kisahku. Sedikit lebih panjang dan berliku. Namun ku yakin berujung indah pada waktunya.

Dan disini lah aku,gadis paling bahagia di dunia bersamamu di samping ku :)

Minggu

Hari minggu..salah satu hari yang paling ku tunggu, karena di hari minggu biasanya kita bisa bertemu. Dan bertemu dengan mu adalah yang paling ku tunggu, mas. Nomor dua setelah menjadi teman hidup mu :)

Tapi tidak hari minggu ini. Kau bilang kau tak datang. Tidak enak badan dan tidak enak hati. Aku tahu, mungkin salahku mengatakan semua hal itu pada mu. Mungkin salah ku yang tak bisa sekedar menutupinya dari mu. Mungkin salah ku yang tak bisa menjaga perasaan mu, mas.

Tapi berbagi dengan mu adalah yang kutahu. Karena kalau bukan dengan mu, dengan siapa lagi aku bisa berkeluh kesah, kalau bukan dengan mu, dengan siapa aku memikul beban ini.

Perasaan ku tak kalah hancurnya waktu beliau mengatakan itu mas. Lidah ku kelu tak mampu membalas. Hatiku sakit tak dapat kutahan. Tak tahu harus apa. Cuma air mata yg menemaniku.

Aku sangat menyayanginya mas..aku juga sangat menyayangimu. Tapi disaat yg sama aku juga sangat kecewa padanya. Sosok bijak yg seharusnya ada pada dirinya berubah jadi sosok berpikiran sempit,mata yg tak mau melihat, dan telinga yg tak sudi mendengar. Sedihku berlipat ganda dengan kecewaku.

Kalau ia masih ragu, aku harap ia langsung berbicara dengan mu hati ke hati, mencoba mengenal mu lebih dalam, sehingga ia mengerti dan bisa membuat keputusan yang bijak.., tapi sayang, ia hanya bertanya-tanya dan membuat kesimpulan sendiri di belakang mu…:( Aku sangat menyayanginya tapi aku juga sangat kecewa dan marah padanya.

Tak ada yg salah dengan pekerjaan mu mas, dengan profesi mu. Itu pekerjaan mulia. Semua pekerjaan kalau didasari dengan niat yg baik, akan baik hasilnya. Begitu juga sebaliknya. Harus ada orang2 baik seperti mu untuk posisi2 seperti itu. Harus ada seseorang yg melakukannya. Bukan hanya menghujat dan tak berbuat apa2.

Ah, mungkin aku bisa bicara begitu karena sudah 3 th kita bersama dan kau sudah sering menceritakan tentang dunia mu, dan aku tahu itu tak mudah. Aku tahu dunia mu tak sesederhana yg orang bayangkan di luar sana. Tapi bagi beliau? Ia tak tahu mas, maaf…

Mas, aku malu sekali pada keluarga mu. Aku malu sekali karena keluarga ku begitu ‘sombong’…ak minta maaf mas.Maaf atas kebodohanku.Seandainya ada yg bisa kuperbuat. Tapi aku tak bisa, karena aku hanya seorang anak yang harus berbakti pada orang tua. Cuma itu yang bisa kuyakini sekarang mas. Ridho orang tua itu ridho Allah..

aku tak akan menyerah mas. InsyaAllah aku selalu yakin mas lah satu-satunya untuk ku. Hanya aku terkadang takut aku menyakitimu terlalu lama, aku takut suatu hari kau akan lelah dan melepaskan tangan mu. Mas..terima kasih untuk perjalanan sejauh ini dan kuharap untuk selamanya. Percaya lah mas IA melihat usaha kita dan mendengar doa kita.

Terima kasih cinta -part 1

Terima kasih untuk mu, mas…
Ini bagian pertama, karena kuharap akan banyak bagian2 selanjutnya..
Karena kuharap masih banyak yang bisa kutulis untuk mu disini..
Karena kuharap masih banyak waktu untuk kita habiskan bersama..

Bukan berarti ini pertama kalinya aku begitu berterima kasih pada mu dan atas diri mu, mas..
Sudah kukatakan itu berkali kali dan masih akan terus kukakatan..
Kali ini aku hanya ingin mengungkapkan dg cara yang berbeda.

Hampir 2,5 thn mas kita bersama. Sungguh bukan waktu yang sebentar. Sungguh ingin aku sudah bisa mendampingimu selamanya. Tapi Allah SWT punya rencana yang lebih indah dari mimpiku untuk kita.

Masih kuingat saat kau datang dan menunggu ku sampai lulus. Lalu aku pun mendapatkan gelar dokter gigi ku. Dengan mu di sampingku. Mengantarku gladiresik wisuda di tengah hujan. Datang di wisuda ku bersama keluarga ku. Mendampingi sumpah dokter ku. Mengantar dan menjemput ku praktek dimana pun itu, bahkan kadang menunggui. Terima kasih mas. Untuk semua ketulusan itu..
Tapi 1 hal yang kau minta sejak awal itu tak juga datang. Aku minta maaf mas. Satu..dua..tiga..dan seterusnya halangan kita hadapi, kita buktikan, tapi sebuah penghalang tak mampu aku melewatinya. Terima kasih untuk tetap bersabar. Untuk kebesaran hati itu. Untuk senyum terindah yg selalu terukir di wajah tampan mu.

Dan kini ketika langkah2 kita harus terus ada, entah jalan apa yg lebih dahulu terbuka . Terima kasih untuk tetap ada. Mengantarku melihat tempat ujian masuk program spesialis, menjemputku seusai ujian, menemaniku memilih laptop baru untuk sekolah, memberiku semangat, terus mendukungku, walau dimatamu sebuah impian yg lain harus mengalah..

Tapi kau tetap disana, menelpon ku di hari pertama kuliah, menanyakan “gimana tadi?”
Terima kasih mas…

Walau terkadang kau lama membalas bbm ku, tak mengabariku, lupa menelponku, terlambat menjemputku..hihi..ah, ak tetap berterima kasih..

Ini, sebentuk cinta dari ku..
Tetap lah ada disamping ku..2,5 tahun lagi, dan selamanya…

Tomorrow

Tomorrow..my life will never be the same..
Setelah ‘liburan’ 8 bulan..leyeh-leyeh, kerja santai, otak ga pernah mikir berat, lebih sering di rumah..dan lain-lainnya, besok saya menceburkan diri lagi ke sebuah dunia yang saya tau tak akan mudah.

Gila kah saya? Tidak…
Comfort zone 8 bulan itu berbahaya..
Dan saya memilih zona infeksi baru, yang akan saya mulai besok, zona itu bernama Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Kesehatan Gigi Anak.
I’m so (have to) ready!

Saya tidak tahu apa yang akan terjadi 2,5 sampai 3 tahun ke depan. Am I gonna make it?
Saya pilih tak ambil pusing (sekarang)..
Dulu saya bisa…dan mereka (senior2 saya) bisa..maka sekarang saya harus bisa..
Jungkir balik..guling guling..gulung gulung..I’ll do anything
Saya tahu ini bukan sekedar ‘uji kesaktian’ tapi pilihan hidup.

Besok hidup saya tak sama..
Mungkin sedikit mirip dengan masa stase di pedo waktu S1 dulu..mungkin lebih berat, mungkin kah lebih mudah? Tak ada yang pernah bilang begitu.

Textbook2 tebal..laptop..jadwal (rebutan) DU..malam2 yang tak tenang karena mengkhawatirkan pasien..kantong tipis..tubuh yang lelah..omelan dosen..laporan kasus..odontogram..rontgen foto gigi..tangisan anak-anak..jurnal-jurnal..mata yang kurang tidur..jadwal makan berantakan..plus praktek sore..SAYA DATANG :D

cerita hari ini

Hari ini hari pertama kembali ke kampus. Kali ini sebagai mahasiswa program spesialis. how cool is that..mmm..is it that cool?

Orientasi..
Briiefing..
Dan kepalaku mumet seketika, sebuah buku requirement di tanganku
Oh, welcome BACK to the jungle, ifa

Di aula tadi, aku masih memandang kagum pada semua dosen-dosen disana. Enam bulan ‘liburan’..ah, rindu juga aku dengan mereka.

Dokter Hari masuk pertama, membaur denan kemeja perlente putihnya..senyum sana sini, tebar pesona om-om..
Rekannya, dokter robby, masih mempesona seperti biasanya. Charming tanpa banyak gaya. Ubannya membuat makin sexy..
Dokter chaidar, si bos rumah sakit, berjalan dengan pongah..
Di podium, prof bambang tampak canggung seperti bapak presiden..disebelahnya, prof rini yg biasa2 saja..dan dokter eliza yg paling bs menahan diri, kaku.
Dokter gita melambai dengan ceria waktu disebut namanya, sementara dokter lita hanya tersenyum kalem…ayu. Ah semoga benat gambaran masa depan ku seperti itu.
Dokter bambang sibuk menyeletuki setiap kata-kata pembicara…
Dokter andi yang kelihatan paling santai..
Lalu saat drg levi masuk..jantung ku hampir melompat keluar..

ketika logika tak cukup

Suatu hari seorang pria telah tiba di rumah lebih dulu dari istrinya. Ia blm makan. Di rumah nya tidak ada makanan.
Saat istrinya pulang, si istri bertanya “sudah makan mas?”
“Belum” jawabnya
“Kenapa blm makan mas?” Tanya istrinya lagi.

Ada 2 jawaban yg mungkin untuk dikatakan, tak ada yg benar atau salah. Tapi apabila dihayati dengan hati, kedua jawabannya itu artinya jauh berbeda

Jawaban pertama: “karena tdk ada makanan di rumah”
Jawaban kedua: “karena aku menunggu mu pulang untuk makan bersama”

Jawaban pertama logis, namun tak akan membuat si istri tersenyum. Bahkan mungkin saja si istri akan merasa terbebani karena harus menyiapkan makanan padahal ia sendiri lelah sepulang kantor.
Jawaban kedua jelas akan membuat hati si istri itu berbunga-bunga. Lalu mereka bisa makan di luar bersama atau si istri akan menyiapkan makanan dengan hati gembira.

Kini kau tahu bedanya?

Tuhan menciptakan hati untuk manusia. Karena logika saja tak cukup untuk membuat dunia ini indah :)

karena ia jatuh cinta pada pemilik tokonya?

Suatu hari seorang pria ingin makan kue..ada 2 toko kue di pasar. Toko A dan Toko B, dua2nya kuenya sama enaknya dan dihias cantik. Tadinya ia mau beli kue di toko A krn lebih dekat dari rumah nya dan penjaga tokonya ramah, tapi ternyata waktu sampai disana, kuenya sudah habis.

Lalu ia pergi ke toko B dan beli kue disana. Waktu beli kue disana ternyata penjaga tokonya kurang ramah. Sayang sekali padahal kuenya sama enaknya dg toko A. Lalu ia menyampaikan saran pd pemilik toko agar pelayanannya lebih ramah. Pemilik toko pun berusaha memperbaiki pelayanannya.

Di jalan pulang, pria itu melewati toko A, pemilik nya yg ramah menyapa “bagaimana kue di toko B?” Ia menjawab “enak sekali, tapi sayang pelayanannya kurang ramah, dan sayang sekali kue do toko mu sudah habis terjual” dan ia pun pulang ke rumah

Hari-hari selanjutnya pria itu tetap membeli kue di toko B, entah untuk alasan apa. Apa karena di toko A kuenya sudah dipesan semua dan selalu habis? Atau karena ada yang spesial di toko B? Pelayanan di toko B pun skrg sudah mulai ramah.

Tapi ada yang membuat pemilik toko B bersedih hati. Ternyata tak sengaja ia mendengar pembicaraan pria dg toko pemilik A tempo hari. Bayangkan, kekurangan toko nya yg sebenarnya masih bisa diperbaiki, sudah di ketahui saingan bisnisnya.
Si pemilik toko A pasti senang, mengetahui kelebihan toko nya dibanding toko B, walaupun tidak berarti si pemilik toko A punya tambahan pelanggan, dan toko B kehilangan langganan.

Suatu hari pemilik toko B bertanya pada pria itu, “kenapa masih selalu membeli kue disini?” Pria itu menjawab “karena di toko A selalu sudah habis”
Si pemilik toko pun sedih, karena cuma itu alasannya. Bukan karena pelayanan nya, rasa kuenya, hiasan di kue nya, kebersihan tokonya atau ada suatu hal spesial lainnya seseorang memilih kue nya.
“Cuma karena itu?” Tanya pemilik toko B lagi
“Kenapa harus dipertanyakan,sekarang dan seterusnya saya akan tetap membeli kue di toko anda” pria itu menjelaskan.

Si pemilik toko B tidak mengerti..sesungguhnya, mengapa pria itu tetap membeli kue di toko B?

Masa lalu dan Lele goreng

Ada yang sedikit tidak mengenakan tadi pagi. Saat ia datang ke rumah, duduk, dan mulai membuka-buka laptopnya. Rencananya hari ini kami hanya akan menghabiskan waktu di rumah karena dia sedang banyak kerjaan kantor dan saya akan ujian weekend ini. Jadi lah ia sibuk dengan laptop dan berkas, sedangkan saya dengan buku tebal kumpulan soal.

Mengawali pekerjaannya hari itu ia iseng membuka-buka folder fotonya. Ratusan foto terbuka dengan susunan acak. Ia sibuk menceritakan beberapa foto. Keluarganya, teman-temannya, sekolah nya, dan tak bisa dipungkiri mantan pacarnya. Ya walaupun yang terakhir itu berusaha ia lewati cepat2, tapi mataku berhasil menangkapnya.

“Udah lah, nanti malah kamu bete..terus marah” katanya. Ia tak salah tebak, ini bisa jadi drama. Tapi saya perempuan biasa yang rasa ingin tahunya bisa membunuh diri sendiri. Dan terpampang lah foto-foto itu. Dan hati saya tersayat-sayat walau saya sudah tahu semua tentang wanita2 di foto itu, sudah pernah mengorek cerita-cerita itu sejak 1-2 thn yang lalu. “Masa lalu ga usah dipikirin!” Katanya mulai kesal. Saya mengalah. Memutuskan tak membuka luka itu lagi. Memberinya sedikit “peringatan”. Lalu berusaha mengingat-ingat lagi semua yang telah ia lakukan untuk saya, untuk hubungan ini. Berusaha membuat diri saya lebih baik. Ya masa lalu, saya bisa apa.

Lalu kami mulai sibuk masing-masing. Lebih banyak kesunyian. Masih kesal dengan foto-foto tadi. Sampai akhirnya saat makan siang tiba.

Siang ini di rumah saya, si mbak masak sayur asem dan lele goreng, lalu masih ada ayam goreng sisa hari kemarin. Saya tau dia tak suka lele. Maka siang itu dia makan ayam dan saya makan lele.
“Kenapa sih ga suka lele?kan enak..” Tanya saya iseng, mengisi pembicaraan
“Tempat hidupnya dulu..iihhh” dia bergidik
“Masa lalu ga usah dipikirin” timpal saya, mengembalikan kata2nya tadi “iya kan?”
Ia tersenyum kecil, melanjutkan makan siangnya.

Sebenarnya saya tidak tahu, saya hendak menampar diri saya sendiri atau dia. Iya masa lalu tak usah dipikirkan, sekarang lele itu sudah digoreng dan terhidang di meja, dagingnya lembut dan gurih, aromanya menggoda.
Tapi ternyata tak mudah kan melupakan atau tdk menghiraukan masa lalu. Seberapun nikmatnya lele goreng itu sekarang, bisa saja kita tiba-tiba ilfil karena bayangan “masa lalu” (tempat hidupnya) terlintas di otak. Lalu rusak lah selera makan..hahhhh

Sekali lagi saya berusaha kuat-kuat mengingat semua yang sudah ia lakukan untuk kami. Lalu menatap jauh ke bola matanya, mengharapkan melihat kejujuran disana.

satu tahun bonus untuk ku

Aku masuk TK di usia 3 tahun, lebih muda 1 thn dari teman-teman ku. Terima kasih untuk ibuku. Menjadikan ku punya bonus 1 tahun tanpa aku harus susah payah masuk dan berjuang di kelas akselerasi.

Bonus satu tahun yang sangat menyenangkan. Menjadi si paling kecil di kelas, yang tak kalah cemerlang. Selalu mendapat ranking 10 besar dan juara umum di akhir masa sekolah dasar. Tidak buruk untuk anak yg 1 tahun lebih muda dari teman2nya. Lagi2 terima kasih untuk ibu ku.

Menyenangkan melihat usia ku bertambah, namun tetap lebih muda dari teman-teman ku. Semakin kesini, semakin menyenangkan. Saat kita mulai membenci ulang tahun, bukan menantikannya seperti dulu…aku juga bertambah tua, namun melihat angka di kue ku yg lebih kecil 1 dari teman2 ku, lalu membuat mereka ‘iri’..itu sangat menyenangkan.

Lalu aku pun menjalani pendidikan tinggi ku yang cukup memakan waktu. Menyelesaikannya dengan lumayan tepat waktu, dimana sebagian teman harus menambah setengah atau 1 tahun lagi. Alhamdulillah aku tidak perlu menggunakan bonus usia ku itu untuk berlama-lama disitu. Bonus usia hasil kerja keras mu masih ada bu!

Aku pun dipertemukan dengan seorang pria santun dan penyayang yang mencintai dan ingin menghabiskan sisa hidup bersama ku.
Usia ku masih muda. Ingin sekali rasanya aku ‘mencuri start’ lagi seperti ketika aku masuk TK dulu. Bukan karena menganggap ini sebuah perlombaan cepat2an. Hanya keinginan untuk bisa melengkapi hidup ku, agama ku. Mempersiapkan kemapanan lebih cepat, bahagia bersamanya lebih lama. Tapi ternyata IA punya perhitungan waktu sendiri yang berbeda dengan ingin ku, aku yakin itu yang terbaik untuk kami. Aku rasa ini lah saatnya aku harus merelakan bonus 1 tahun ku itu untuk menunggu saat Nya :)

Maka aku minta izin pada ibu ku yang ada disana, untuk menggunakan bonus 1 tahun usia ku itu sekarang. Maafkan aku bu..tapi semua yang kau lakukan tak pernah sia-sia. Walau tak bisa ‘mencuri start’..setidaknya aku tidak terlambat. Semua karena bonus 1 tahun yang kau siapkan :’)

Previous Older Entries

@ifapediarahma

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1 other follower

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.